IHSG Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Rupiah Masih Tertekan namun Pemerintah Optimistis

Layar papan perdagangan Bursa Efek Indonesia menampilkan pergerakan saham dengan indikator hijau dan merah.

Lampuberita – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan sesi II pada Kamis (15/1) di zona hijau. Mengutip data RTI, IHSG menguat 42,82 poin atau 0,47% ke level 9.075,40.

Dengan capaian tersebut, IHSG resmi mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) dan mampu mempertahankannya hingga penutupan perdagangan. Sejak awal perdagangan, IHSG memang langsung dibuka menguat di level 9.072,29 dan konsisten berada di zona hijau sepanjang hari.

Dalam pergerakan intraday, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 9.100,82. Namun, indeks juga sempat turun hingga level terendah harian di 9.040,99 sebelum kembali menguat di akhir sesi.

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 339 saham menguat, 331 saham melemah, dan 133 saham stagnan. Total volume perdagangan mencapai 50,63 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 3,37 juta kali, serta nilai transaksi yang menembus Rp28,25 triliun.

Di sisi lain, kondisi pasar keuangan juga diwarnai pelemahan nilai tukar rupiah. Pada Kamis (15/1/2026), rupiah ditutup melemah ke posisi Rp16.885 per dolar Amerika Serikat.

Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme di tengah tren pelemahan rupiah yang mendekati level Rp17.000 per dolar AS. Ia menilai pelemahan tersebut bersifat sementara dan meyakini rupiah akan kembali menguat dalam waktu dekat seiring kuatnya fundamental ekonomi nasional.

β€œDua minggu ini rupiah bakal menguat,” ujar Purbaya singkat saat di Jakarta.