Ketegangan AS–Iran Meningkat, Iran Buka Kembali Wilayah Udaranya

Aksi demonstrasi di Iran dengan massa membawa bendera dan poster di tengah situasi ketegangan politik

Lampuberita – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat mulai menarik sebagian personelnya dari sebuah pangkalan udara di Qatar. Penarikan ini dilakukan di tengah kekhawatiran akan kembali pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Di sisi lain, Iran telah membuka kembali wilayah udaranya untuk penerbangan internasional setelah penutupan sementara berakhir. Data pelacakan penerbangan menunjukkan sejumlah pesawat mulai kembali melintas menuju Teheran, menandakan aktivitas udara berangsur normal.

Sementara itu, gelombang protes yang mengguncang Iran dalam beberapa pekan terakhir dilaporkan mulai mereda. Meski demikian, pemerintah Iran belum merilis angka resmi korban tewas. Pihak berwenang menyebut lebih dari 100 anggota pasukan keamanan telah meninggal dunia.

Namun, kelompok oposisi mengklaim jumlah korban jauh lebih besar. Mereka menyebut lebih dari 1.000 pengunjuk rasa turut menjadi korban selama rangkaian demonstrasi berlangsung.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membantah bahwa pemerintah berencana mengeksekusi para demonstran anti-pemerintah. Pernyataan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa ia menerima jaminan bahwa pembunuhan terhadap demonstran di Iran telah dihentikan.

Situasi di kawasan masih dipantau ketat oleh berbagai pihak. Meski wilayah udara Iran kembali dibuka dan protes mulai mereda, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dinilai masih berpotensi memicu konflik baru.