Penyelidikan Pidana terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, Picu Ketegangan Baru dengan Trump

Pejabat bank sentral Amerika Serikat berbicara di depan bendera AS

Jaksa federal Amerika Serikat membuka penyelidikan pidana terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell, seperti ia sampaikan pada Minggu.

Dalam langkah yang sangat jarang terjadi, Powell mengungkapkan bahwa Departemen Kehakiman AS (DoJ) telah mengirimkan surat panggilan (subpoena) kepada The Fed dan mengancam dakwaan pidana terkait kesaksiannya di hadapan komite Senat mengenai proyek renovasi gedung-gedung Federal Reserve.

Menyebut penyelidikan ini sebagai sesuatu yang “belum pernah terjadi sebelumnya”, Powell mengatakan ia yakin langkah tersebut dipicu oleh kemarahan Donald Trump atas penolakan The Fed untuk menurunkan suku bunga, meskipun presiden telah berulang kali memberi tekanan secara terbuka.

Trump sendiri mengatakan ia “tidak tahu apa-apa” soal penyelidikan tersebut. Pihak DoJ juga telah dihubungi untuk memberikan komentar.


Ketegangan Trump dan Powell Memanas

Selama ini, perseteruan panjang antara Trump dan Powell cenderung berlangsung satu arah, dengan Trump kerap mengejek Powell sebagai “Mr. Too Late” dan “numbskull”.

Pernyataan Powell pada Minggu menjadi pertama kalinya ia secara terbuka dan tegas membalas serangan Trump, sambil memperingatkan bahwa independensi bank sentral Amerika sedang dipertaruhkan.

“Ini tentang apakah The Fed masih bisa menetapkan suku bunga berdasarkan bukti dan kondisi ekonomi, atau justru kebijakan moneter akan ditentukan oleh tekanan atau intimidasi politik,” kata Powell.

Ia menambahkan, “Saya sangat menghormati supremasi hukum dan akuntabilitas dalam demokrasi kita. Tidak ada seorang pun, termasuk Ketua Federal Reserve, yang kebal hukum. Namun, tindakan yang belum pernah terjadi ini harus dilihat dalam konteks ancaman dan tekanan berkelanjutan dari pemerintahan.”

Proyek Renovasi The Fed Jadi Sorotan

The Fed saat ini sedang melakukan renovasi besar pertama terhadap dua gedungnya — Gedung Eccles dan Gedung Constitution Avenue 1951 — sejak dibangun pada 1930-an. Proyek “perombakan dan modernisasi” ini mencakup pekerjaan keselamatan dan kesehatan, termasuk penghilangan asbes dan timbal.

The Fed menyatakan renovasi ini akan menurunkan biaya operasional dalam jangka panjang. Namun Trump mengkritik lonjakan biaya proyek tersebut, yang menurutnya bisa mencapai US$3,1 miliar (sekitar £2,3 miliar), jauh lebih tinggi dari perkiraan The Fed sebesar US$2,5 miliar.

Powell sendiri awalnya dinominasikan Trump sebagai Ketua The Fed pada 2017, saat masa jabatan pertama Trump sebagai presiden.

Powell dijadwalkan mengundurkan diri pada Mei, dan Trump diperkirakan akan menunjuk penggantinya sebelum akhir bulan ini. Namun, penyelidikan DoJ berpotensi menghambat proses tersebut.

Dampak Ekonomi dan Pasar

Trump telah berulang kali mengancam akan mencopot Powell karena menilai The Fed tidak memangkas suku bunga secepat yang ia inginkan. Pada paruh kedua 2025, The Fed memangkas suku bunga sebanyak tiga kali.

Trump juga kerap menyalahkan pendahulunya, Joe Biden, serta kebijakan suku bunga atas inflasi di AS.

Para kritikus menilai tekanan Trump untuk menyingkirkan Ketua The Fed dapat mengaburkan otoritas lembaga tersebut dalam menetapkan suku bunga secara independen dari presiden.

April Larusse, kepala spesialis investasi di Insight Investment, mengatakan bahwa “sebenarnya tidak benar bahwa The Fed tidak melakukan apa-apa soal suku bunga, jadi tekanan ini terasa kurang berdasar”.

Penyelidikan pidana terhadap Powell, ditambah kabar ketegangan berlanjut di Iran, mendorong kenaikan harga logam mulia. Harga emas — yang sering dianggap aset aman saat ketidakpastian — naik 1,4% menjadi US$4.572,36 per ons pada Senin, setelah sebelumnya menyentuh rekor US$4.600,33.